[ID] Transfer Uang Perusahaan ke Rekening Pribadi di Korea: Kapan Bisa Dianggap Pinjaman Pemegang Saham?

Pemilik perusahaan memeriksa dokumen pinjaman pemegang saham sebelum transfer dana perusahaan ke rekening pribadi di Korea.
Transfer dana perusahaan ke rekening pribadi di Korea perlu diperiksa sebagai pinjaman pemegang saham sebelum uang dikirim.

Anda memiliki perusahaan di luar Korea. Perusahaan tersebut memiliki dana di rekening bank, sementara Anda membutuhkan uang untuk membeli properti atau membentuk aset pribadi di Korea.

Lalu muncul pertanyaan:

“Karena saya pemilik perusahaan, bisakah uang perusahaan ditransfer ke rekening pribadi saya di Korea dan dicatat sebagai pinjaman pemegang saham?”

Belum tentu.

Memindahkan uang melalui transfer bank mungkin mudah. Yang lebih penting adalah bagaimana transaksi tersebut diperlakukan menurut hukum pajak dan perusahaan yang berlaku bagi perusahaan serta pemegang saham.

Menuliskan “pinjaman pemegang saham” (shareholder loan) dalam pembukuan tidak dengan sendirinya membuat transfer tersebut menjadi pinjaman yang sah untuk tujuan perpajakan.

Dan tidak ada satu aturan internasional yang menentukan bahwa setiap transfer dari perusahaan kepada pemegang saham otomatis dapat dianggap sebagai pinjaman.

Kesalahpahaman: “Ini Perusahaan Saya, Jadi Saya Bisa Meminjam Uangnya”

Bayangkan Anda memiliki seluruh saham sebuah perusahaan di luar Korea.

Perusahaan memiliki kas yang cukup, sedangkan Anda sedang mempersiapkan kehidupan atau investasi pribadi di Korea.

Daripada membayar dividen atau gaji, perusahaan mentransfer dana langsung ke rekening pribadi Anda di Korea.

Dalam pembukuan perusahaan tertulis:

Shareholder Loan — Pinjaman Pemegang Saham

Sekilas terlihat sederhana.

Namun, kepemilikan 100% tidak otomatis membuat saldo rekening perusahaan menjadi uang pribadi pemegang saham.

Perusahaan dan pemegang saham tetap merupakan pihak yang harus diperlakukan sesuai aturan perusahaan dan perpajakan yang berlaku. Otoritas pajak dapat melihat substansi transaksi, bukan hanya nama yang dicatat dalam pembukuan.

Panduan Resmi: Nama Transaksi dan Substansinya Bisa Berbeda

Setiap negara memiliki mekanisme sendiri untuk menangani uang yang dipinjamkan atau diberikan perusahaan kepada pemegang saham, direktur, atau pihak yang memiliki hubungan istimewa.

Tidak ada tes internasional tunggal yang menyatakan sebuah transfer menjadi pinjaman yang sah hanya karena disebut shareholder loan.

Bergantung pada yurisdiksi dan fakta transaksi, hal-hal yang dapat menjadi relevan antara lain:

  • perjanjian pinjaman;
  • jumlah pokok;
  • pengaturan bunga;
  • jangka waktu atau jadwal pembayaran;
  • pembayaran bunga atau pokok yang benar-benar dilakukan;
  • persetujuan perusahaan dan catatan akuntansi jika diwajibkan; serta
  • kemampuan dan niat peminjam untuk mengembalikan dana.

Bobot masing-masing faktor bergantung pada hukum yang berlaku.

Kontrak yang terlihat lengkap juga tidak dengan sendirinya membuat transaksi menjadi pinjaman yang nyata apabila perilaku para pihak setelah uang ditransfer menunjukkan hal sebaliknya.

Jika Perusahaannya di Indonesia, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Untuk perusahaan Indonesia, transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa perlu dilihat berdasarkan aturan domestik Indonesia, bukan menggunakan aturan Amerika Serikat, Inggris, Australia, atau negara lain.

Dalam transaksi pihak berelasi, Indonesia menerapkan Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha, yaitu prinsip bahwa kondisi transaksi perlu dinilai sebagaimana transaksi yang wajar antara pihak-pihak independen.

Karena itu, jika perusahaan Indonesia memberikan pinjaman kepada pemegang saham atau pihak berelasi, istilah “pinjaman” dalam pembukuan saja bukan titik akhirnya.

Sifat transaksi, kondisi pinjaman, hubungan para pihak, dan pelaksanaannya perlu dinilai berdasarkan aturan Indonesia yang berlaku.

Ini juga berarti tidak tepat mengambil Applicable Federal Rate (AFR) Amerika Serikat atau angka bunga dari negara lain lalu menganggapnya sebagai standar otomatis bagi perusahaan Indonesia.

Tidak ada satu tingkat bunga minimum internasional untuk semua pinjaman pemegang saham.

Penjelasan Sederhana: Jangan Mulai dari Persentase Bunga

Pemilik perusahaan sering bertanya:

“Berapa bunga minimum supaya pinjaman ini aman?”

Pertanyaan itu terlalu cepat.

Pertanyaan pertama seharusnya:

“Menurut aturan Indonesia, apakah transaksi antara perusahaan dan saya benar-benar memiliki substansi sebagai utang?”

Setelah itu barulah diperiksa bagaimana persyaratan transaksi pihak berelasi, bunga, dokumentasi, pembayaran, dan kewajiban lainnya diterapkan.

Dengan kata lain, jangan mencari satu angka bunga internasional lalu membangun transaksi di sekeliling angka tersebut.

Mulailah dari hukum negara tempat perusahaan dan transaksi itu berada.

Apa yang Dapat Mendukung Pinjaman yang Nyata?

Tidak ada daftar dokumen universal yang menjamin transaksi akan diterima sebagai pinjaman di semua negara.

Namun, bergantung pada aturan yang berlaku, bukti berikut dapat membantu menunjukkan substansi utang:

  • perjanjian pinjaman tertulis;
  • jumlah pokok yang jelas;
  • pengaturan bunga yang sesuai;
  • tanggal jatuh tempo atau jadwal pembayaran;
  • bukti pembayaran bunga atau pokok;
  • persetujuan dan pencatatan perusahaan jika diperlukan; serta
  • bukti bahwa peminjam memiliki kemampuan dan niat untuk membayar kembali.

Yang penting bukan hanya memiliki dokumen tersebut.

Apa yang benar-benar dilakukan setelah uang diterima juga penting.

Jika kontrak mengatakan pinjaman harus dibayar kembali tetapi dalam praktiknya tidak ada upaya pembayaran dan uang hanya digunakan sebagai dana pribadi, dokumen saja belum tentu menyelesaikan persoalan tersebut.

Sebelum Uang Dikirim ke Korea

Misalnya perusahaan Indonesia siap mengirim dana ke rekening pribadi Anda di Korea.

Jangan mulai dengan pertanyaan:

“Apakah bank Korea akan menerima transfer ini?”

Periksa terlebih dahulu apakah pembayaran tersebut benar-benar dapat diperlakukan sebagai pinjaman menurut aturan yang berlaku bagi perusahaan dan pemegang saham.

Setelah itu, sisi Korea diperiksa secara terpisah.

Pinjaman yang diperlakukan sebagai pinjaman di negara asal belum tentu bebas dari prosedur valuta asing Korea. Sebaliknya, selesainya proses transfer melalui bank Korea tidak menentukan perlakuan pajaknya di negara asal.

Menerima Pinjaman di Korea: Periksa Status Residensi

Pertanyaan berikutnya adalah:

“Apakah saya termasuk resident atau non-resident menurut aturan valuta asing Korea?”

Status tersebut tidak ditentukan hanya berdasarkan kewarganegaraan.

Aturan valuta asing Korea membedakan resident dan non-resident, dan status itu dapat memengaruhi bagaimana transaksi pinjaman lintas negara diproses.

Karena itu, seseorang yang memegang paspor asing tetapi tinggal di Korea tidak boleh otomatis menganggap dirinya non-resident untuk tujuan transaksi valuta asing.