Visa F-5 dan F-2 Korea: Apakah Penghasilan dan Aset dari Luar Negeri Bisa Dihitung?

Dokumen penghasilan, aset luar negeri, dan permohonan visa F-5 atau F-2 Korea.
Penghasilan dan aset luar negeri perlu diperiksa berdasarkan subkategori F-5 atau F-2 sebelum digunakan sebagai bukti keuangan.

Anda menjalankan bisnis di luar negeri, menerima pendapatan sewa dari properti asing, atau memiliki investasi yang cukup besar di negara asal.

Penghasilan tahunan Anda mungkin jauh lebih tinggi daripada standar keuangan yang dikaitkan dengan visa tinggal jangka panjang di Korea.

Lalu muncul pertanyaan:

“Bisakah penghasilan dari luar negeri dan aset saya di negara asal digunakan untuk memenuhi persyaratan visa F-5 atau F-2 Korea?”

Tidak ada satu jawaban ya atau tidak yang berlaku untuk semua pemohon.

Kesalahpahaman yang sering muncul adalah bahwa tax return luar negeri, saldo bank asing, atau nilai properti di negara asal cukup dikonversi ke won lalu ditambahkan untuk memenuhi persyaratan keuangan F-5 atau F-2.

Tetapi anggapan sebaliknya juga terlalu luas:

Penghasilan dan aset luar negeri tidak otomatis bernilai nol hanya karena berada di luar Korea.

Pertanyaan pertama bukan seberapa kaya Anda.

Pertanyaan pertama adalah:

F-5 atau F-2 kategori apa yang sebenarnya Anda ajukan, dan penghasilan, aset, serta bukti apa yang diakui dalam kategori tersebut?

F-5 dan F-2 Tidak Memiliki Satu Persyaratan Penghasilan yang Sama

Ini harus diperiksa terlebih dahulu.

F-5 permanent residence dan F-2 residence bukan masing-masing satu kategori dengan satu rumus keuangan yang berlaku untuk semua orang.

Di dalamnya terdapat berbagai subkategori berdasarkan status tinggal sebelumnya, masa tinggal, kualifikasi profesional, sistem poin, investasi, keadaan keluarga, dan dasar kelayakan lainnya.

Karena itu, standar keuangannya dapat berbeda.

Satu kategori dapat menggunakan standar penghasilan yang berkaitan dengan Gross National Income (GNI) per kapita Korea.

Kategori lain dapat menilai kemampuan mempertahankan kehidupan melalui penghasilan atau aset.

Kategori F-2 berbasis poin juga dapat memperlakukan penghasilan secara berbeda dari kategori F-2 lainnya.

Program yang berkaitan dengan investasi memiliki persyaratannya sendiri.

Jadi, jangan menggunakan pernyataan seperti:

“Semua F-5 membutuhkan 2x GNI.”

atau

“Semua pemohon F-2 mempunyai persyaratan penghasilan yang sama.”

sebagai aturan umum.

Panduan Resmi: Memiliki Kekayaan dan Memenuhi Persyaratan Visa Adalah Dua Hal Berbeda

Dalam kerangka permanent residence Korea, kemampuan mempertahankan kehidupan dapat dinilai melalui penghasilan atau aset pemohon dan, jika aturan kategori yang berlaku mengizinkan, anggota keluarga yang tinggal dalam rumah tangga yang sama.

Namun, ambang batas, cara menghitung, pengecualian, dan bukti yang diterima bergantung pada kategori permanent residence yang digunakan.

Karena itu, pisahkan dua pertanyaan:

“Apakah saya memiliki penghasilan atau aset yang besar?”

dan

“Apakah kategori visa Korea yang saya ajukan mengizinkan penghasilan atau aset tersebut dihitung dengan cara yang saya harapkan?”

Keduanya bukan pertanyaan yang sama.

Kesalahpahaman tentang Tax Return Luar Negeri

Bayangkan seorang pengusaha asing tinggal di Korea.

Ia memiliki perusahaan di negara asal dan menerima penghasilan tahunan yang cukup besar. Penghasilan tersebut dilaporkan secara resmi dan dokumen pajak negaranya menunjukkan jumlah yang diterima.

Ia ingin mengajukan permanent residence Korea dan berpikir:

“Tax return saya membuktikan penghasilan saya jauh di atas persyaratan. Tinggal diberi Apostille lalu diserahkan ke imigrasi.”

Kesimpulan itu terlalu cepat.

Tax return asing dapat membuktikan bahwa suatu penghasilan dilaporkan dalam yurisdiksi lain.

Namun, keberadaan dokumen tersebut tidak menjamin seluruh jumlah penghasilan otomatis dihitung untuk persyaratan keuangan kategori F-5 atau F-2 tertentu.

Pemohon harus mengetahui terlebih dahulu:

  • kategori residence yang tepat;
  • standar keuangan yang berlaku;
  • jenis penghasilan yang dapat dihitung;
  • penghasilan siapa yang dapat dimasukkan;
  • periode perhitungan yang digunakan; dan
  • bukti apa yang diterima oleh imigrasi Korea.

Apostille dapat mengautentikasi dokumen asing ketika autentikasi memang diperlukan.

Apostille tidak menentukan apakah penghasilan tersebut memenuhi persyaratan imigrasi Korea.

Apakah Berarti Penghasilan dari Luar Negeri Tidak Bisa Dihitung?

Tidak boleh disimpulkan begitu juga.

Pernyataan:

“Hanya penghasilan dari Korea yang tercantum pada Income Amount Certificate NTS yang bisa dihitung. Semua penghasilan luar negeri tidak berlaku.”

juga terlalu luas jika diterapkan pada seluruh kategori F-5 dan F-2.

Perlakuan terhadap penghasilan luar negeri harus diperiksa berdasarkan kategori residence tertentu dan persyaratan bukti yang berlaku.

Hal ini penting bagi pemilik bisnis di luar negeri, pemegang saham perusahaan asing, pemilik properti sewaan, investor, serta penerima pensiun atau penghasilan dari negara lain.

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan:

“Apakah Korea mengakui penghasilan luar negeri?”

melainkan:

“Untuk kategori F-5 atau F-2 saya, apakah jenis penghasilan luar negeri ini dapat dihitung dan bukti apa yang diperlukan?”

Pelaporan Pajak Korea dan Bukti untuk Imigrasi Bukan Tes yang Sama

Kesalahpahaman berikutnya adalah:

“Kalau penghasilan luar negeri sudah saya laporkan kepada National Tax Service Korea, imigrasi pasti menghitung 100% penghasilan itu.”

Jangan menganggap demikian.

Aturan pajak Korea dan aturan imigrasi menjawab pertanyaan yang berbeda.

Aturan pajak menentukan antara lain status residensi pajak serta penghasilan apa yang harus dilaporkan atau dikenakan pajak di Korea.

Aturan imigrasi menentukan apakah pemohon memenuhi persyaratan keuangan untuk kategori residence tertentu.

Dokumen pajak resmi Korea dapat menjadi bukti penting. Namun, pelaporan suatu penghasilan untuk tujuan pajak tidak dengan sendirinya berarti seluruh jumlah tersebut harus dihitung untuk setiap kategori F-5 atau F-2.

Hati-Hati dengan “Aturan 183 Hari”

Pemilik penghasilan luar negeri juga sering menemukan penjelasan:

“Kalau tinggal di Korea selama 183 hari, otomatis menjadi tax resident Korea.”

Penjelasan tersebut terlalu sederhana.

Hukum pajak penghasilan Korea menggunakan konsep domisili di Korea atau tempat tinggal selama setidaknya 183 hari dalam menentukan resident.

Namun, penentuan residensi pajak tidak seharusnya dikurangi menjadi hitungan hari saja. Keadaan lain yang relevan menurut hukum pajak Korea juga dapat berpengaruh.

Karena itu, pisahkan:

Bagaimana penghasilan luar negeri saya diperlakukan untuk pajak Korea?

dan

Bagaimana kategori F-5 atau F-2 saya menilai bukti keuangan?

Jawaban untuk satu pertanyaan tidak otomatis menjawab pertanyaan lainnya.

Bagaimana dengan Aset di Luar Negeri?

Prinsip yang sama berlaku untuk kekayaan di luar Korea.

Anda mungkin memiliki:

  • properti di negara asal;
  • deposito bank luar negeri;
  • saham atau sekuritas;
  • kepemilikan perusahaan swasta; atau
  • aset asing lainnya.

Nilai kekayaan luar negeri yang tinggi tidak berarti seluruh nilainya dapat langsung dikonversi ke won dan dimasukkan dalam perhitungan aset F-5 atau F-2.

Namun, juga terlalu luas jika mengatakan bahwa aset luar negeri tidak pernah relevan.

Pertama, tentukan apakah kategori residence yang Anda gunakan memiliki tes kemampuan hidup berbasis aset dan jenis aset serta bukti apa yang dapat dipertimbangkan.

Pertanyaannya bukan hanya:

“Berapa nilai properti saya di luar negeri?”

Tetapi:

“Apakah aset ini dapat digunakan dalam tes keuangan kategori saya, dan bukti apa yang diperlukan untuk membuktikan kepemilikan serta nilainya?”

Tidak Ada Aturan Universal “Pindahkan Aset dan Tahan Enam Bulan”

Beberapa program imigrasi atau investasi Korea memang memiliki jumlah investasi, persyaratan investasi domestik, atau periode kepemilikan tertentu.

Tetapi aturan khusus tersebut tidak boleh diubah menjadi aturan umum untuk seluruh F-5 dan F-2.

Tidak ada aturan universal yang telah terverifikasi bahwa:

“Jual aset luar negeri, kirim uangnya ke Korea, simpan selama enam bulan, lalu aset tersebut pasti memenuhi persyaratan keuangan F-5 atau F-2.”

Apakah aset domestik, aset luar negeri, atau investasi tertentu dapat digunakan bergantung pada kategori residence yang sebenarnya.

Karena itu, jangan memindahkan atau merestrukturisasi aset sebelum mengetahui aturan kategori yang Anda gunakan.

Urutan yang Benar

Bagi pemohon dengan penghasilan atau aset lintas negara, gunakan urutan berikut:

Kategori F-5/F-2 yang tepat → persyaratan keuangan → penghasilan atau aset yang dapat dihitung → bukti yang diterima → autentikasi dan terjemahan

Jangan membalik urutan tersebut.

Memulai dengan tax return asing, penilaian properti, atau saldo bank luar negeri lalu mencoba memasukkannya ke persyaratan F-5/F-2 yang belum jelas dapat menghasilkan banyak dokumen yang sebenarnya tidak diperlukan.

Dokumen Apa yang Perlu Disiapkan?

Setelah kategori F-5 atau F-2 dan aturan keuangannya diketahui, barulah tentukan dokumen yang benar-benar diperlukan.

Untuk penghasilan luar negeri, bergantung pada jenis penghasilan dan kategori permohonan, bukti dapat berkaitan dengan:

  • tax return atau dokumen pajak resmi;
  • sertifikat penghasilan;
  • bukti pembayaran;
  • laporan bank;
  • kontrak kerja atau bisnis;
  • dokumen dividen atau investasi; dan
  • bukti lain yang menunjukkan sumber serta jumlah penghasilan.

Untuk aset luar negeri, bukti dapat berkaitan dengan:

  • kepemilikan properti;
  • saldo rekening atau deposito;
  • kepemilikan saham;
  • kepemilikan perusahaan;
  • nilai aset; dan
  • hubungan aset tersebut dengan pemohon.

Ini bukan daftar dokumen wajib untuk semua F-5 atau F-2.

Dokumen yang tepat baru dapat ditentukan setelah diketahui penghasilan atau aset apa yang boleh digunakan dalam kategori yang sebenarnya.

Jangan Mulai dengan Apostille

Bayangkan Anda memiliki properti dan perusahaan di Indonesia.

Anda mengumpulkan tax return, sertifikat bank, dokumen perusahaan, dan bukti kepemilikan properti. Kemudian semuanya diterjemahkan, dinotariskan, dan diberi Apostille.

Setelah itu baru Anda bertanya apakah dokumen tersebut dapat digunakan untuk persyaratan F-5.

Urutan ini berisiko membuang waktu dan biaya.

Apostille dapat mengautentikasi dokumen asing. Apostille tidak membuat penghasilan atau aset menjadi memenuhi syarat imigrasi.

Urutan yang lebih aman adalah:

1. Tentukan subkategori F-5 atau F-2

2. Identifikasi persyaratan keuangannya

3. Pastikan jenis penghasilan atau aset yang dapat dihitung

4. Tentukan bukti yang diterima

5. Baru periksa autentikasi dan terjemahan

Dengan begitu, Anda hanya mengurus dokumen luar negeri yang memang relevan dengan permohonan.

Contoh: Pengusaha dengan Bisnis di Luar Korea

Misalnya seorang pemohon tinggal di Korea tetapi masih memiliki bisnis aktif di negara asal.

Ia menerima penghasilan dari perusahaan tersebut dan memiliki dokumen pajak asing yang menunjukkan pendapatannya.

Kesalahan pertama adalah:

“Penghasilan saya besar, jadi pasti memenuhi syarat.”

Kesalahan kedua adalah:

“Penghasilan itu berasal dari luar Korea, jadi pasti tidak dapat digunakan.”

Keduanya terlalu sederhana.

Tentukan kategori F-5 atau F-2 terlebih dahulu, lalu periksa apakah jenis penghasilan tersebut dapat dimasukkan dan bagaimana cara membuktikannya.

Barulah tax return, laporan bank, dokumen perusahaan, atau bukti lainnya dinilai berdasarkan fungsi masing-masing.

Contoh: Memiliki Properti Mahal di Luar Negeri

Situasi serupa berlaku untuk aset.

Seorang pemohon memiliki properti investasi bernilai tinggi di luar Korea dan berpikir:

“Nilainya jauh melebihi persyaratan keuangan. Saya tinggal mengonversinya ke won.”

Nilai pasar yang besar saja belum menjawab apakah properti tersebut dapat digunakan untuk kategori residence yang diajukan.

Periksa terlebih dahulu:

  • apakah kategori tersebut memungkinkan aset digunakan;
  • apakah aset luar negeri dapat dipertimbangkan;
  • bagaimana kepemilikan harus dibuktikan;
  • bagaimana nilai aset ditentukan; dan
  • dokumen apa yang diterima.

Jangan mengeluarkan biaya untuk penilaian, notaris, atau Apostille sebelum mengetahui apakah aset tersebut memang relevan dengan tes keuangan Anda.

Bagaimana Jika Penghasilan Pasangan Juga Besar?

Jangan otomatis menjumlahkan penghasilan pasangan dengan penghasilan pemohon.

Dalam beberapa kerangka permanent residence, kemampuan mempertahankan kehidupan dapat mempertimbangkan pemohon dan anggota keluarga tertentu yang hidup dalam rumah tangga yang sama.

Namun, hal tersebut tidak berarti:

“Penghasilan pasangan selalu dapat ditambahkan pada semua F-5 dan F-2.”

Siapa yang dapat dimasukkan dan bagaimana penghasilan atau aset dihitung tetap harus diperiksa berdasarkan kategori yang berlaku.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Menggunakan Satu Angka GNI untuk Semua F-5

Tidak tepat. Subkategori F-5 dapat memiliki standar, pengecualian, dan metode penilaian yang berbeda.

Menganggap Semua F-2 Memiliki Tes Penghasilan yang Sama

F-2 mencakup berbagai dasar residence. Persyaratan satu subkategori tidak boleh otomatis digunakan untuk subkategori lainnya.

Mengonversi Semua Penghasilan atau Aset Luar Negeri ke Won

Konversi mata uang tidak menentukan apakah penghasilan atau aset tersebut dapat dihitung.

Menganggap Tax Return Asing Sudah Menentukan Kelayakan

Tax return dapat menjadi bukti, tetapi tidak otomatis menentukan apakah penghasilan memenuhi tes kategori residence tertentu.

Menganggap Kekayaan Bersih Sama dengan Penghasilan

Aset dan penghasilan adalah konsep berbeda. Cara keduanya dinilai bergantung pada aturan kategori.

Mengurus Apostille Terlebih Dahulu

Autentikasi dilakukan setelah menentukan dokumen apa yang benar-benar dibutuhkan.

Checklist Sebelum Menggunakan Penghasilan atau Aset Luar Negeri

Sebelum mengumpulkan dokumen dari negara asal, periksa enam hal.

1. Apa subkategori F-5 atau F-2 saya?

Jangan berhenti pada nama besar “F-5” atau “F-2”.

2. Apa tes keuangan yang berlaku?

Periksa apakah kategori menggunakan penghasilan, aset, GNI, poin, investasi, atau bentuk kemampuan hidup lainnya.

3. Penghasilan atau aset apa yang dapat dihitung?

Bedakan gaji, bisnis, sewa, dividen, investasi, pensiun, properti, deposito, dan sumber lainnya.

4. Penghasilan atau aset siapa yang dapat dimasukkan?

Jangan otomatis menjumlahkan milik pasangan atau anggota keluarga.

5. Dokumen apa yang diterima?

Tentukan bukti yang diperlukan sebelum mengumpulkan dokumen dari luar Korea.

6. Apakah autentikasi dan terjemahan diperlukan?

Periksa Apostille, prosedur autentikasi lain, dan terjemahan bahasa Korea setelah dokumen yang akan digunakan sudah ditentukan.

Pertanyaan yang Lebih Tepat untuk Imigrasi atau Profesional Korea

Daripada bertanya:

“Apakah penghasilan luar negeri diterima untuk F-5?”

lebih berguna bertanya:

“Saya mengajukan subkategori F-5/F-2 ini. Saya menerima jenis penghasilan ini dari negara ini. Apakah penghasilan tersebut dapat dihitung untuk persyaratan keuangan kategori saya, dan dokumen apa yang harus saya serahkan?”

Untuk aset:

“Kategori saya memungkinkan pembuktian kemampuan hidup melalui aset. Apakah jenis aset luar negeri ini dapat dipertimbangkan, dan bagaimana kepemilikan serta nilainya harus dibuktikan?”

Pertanyaan yang spesifik mengurangi risiko menggunakan jawaban umum yang sebenarnya berlaku untuk kategori residence lain.

Kesimpulan

Penghasilan dan aset luar negeri tidak dapat otomatis dikonversi ke won lalu dimasukkan ke persyaratan visa F-5 atau F-2 Korea.

Namun, juga tidak tepat membuat aturan umum bahwa seluruh penghasilan atau aset di luar Korea pasti tidak dapat digunakan.

Yang menentukan adalah subkategori residence yang sebenarnya dan aturan keuangan yang berlaku untuk kategori tersebut.

Gunakan urutan ini:

subkategori F-5/F-2 → persyaratan keuangan → penghasilan atau aset yang dapat dihitung → bukti yang diterima → autentikasi dan terjemahan

Jika Anda memiliki tax return asing, bisnis luar negeri, properti, deposito, saham, atau aset bernilai besar, mulailah dengan menentukan apa yang sebenarnya boleh dihitung.

Setelah itu, barulah siapkan bukti untuk penghasilan atau aset yang memang relevan dengan permohonan Anda.

Bahan Pemeriksaan Fakta

  • Immigration Act Korea
  • Enforcement Decree of the Immigration Act
  • Korea Immigration permanent residence guidance
  • National Tax Service guidance on Korean tax residence and foreign-source income

Sumber Resmi

  • Korea Immigration Service
  • Ministry of Justice, Republic of Korea
  • Korean Law Information Center
  • National Tax Service Korea

Penafian

Artikel ini memberikan informasi umum mengenai penggunaan penghasilan dan aset luar negeri untuk persyaratan keuangan status F-5 dan F-2 Korea. Standar, pengecualian, jenis penghasilan atau aset yang diterima, serta dokumen pendukung dapat berbeda menurut subkategori dan keadaan pemohon. Periksa persyaratan terbaru untuk subkategori yang sebenarnya sebelum menyiapkan dokumen luar negeri.


➡ Next : Hasil Jual Properti Korea Bisa Langsung Dikirim ke Luar Negeri?

⬅ Previous : Beli Properti di Korea sebagai Orang Asing