Hasil Jual Properti Korea Bisa Langsung Dikirim ke Luar Negeri? Cek Dokumen Pajak dan Bank
![]() |
| Hasil penjualan properti Korea memerlukan pemeriksaan pajak dan dokumen bank sebelum dikirim ke luar negeri. |
Anda tinggal di luar Korea dan baru saja menjual apartemen, rumah, atau properti lain di Korea.
Transaksi sudah selesai. Pajak terkait penjualan juga sudah ditangani. Dana hasil penjualan kini berada di rekening bank Korea.
Lalu muncul pertanyaan:
“Apakah uangnya sekarang bisa langsung saya kirim ke rekening luar negeri?”
Belum tentu.
Bagi non-resident, warga asing, atau warga Korea yang tinggal di luar negeri, menjual properti dan mengirim hasil penjualan ke luar negeri adalah dua tahap yang berbeda.
Masalahnya bukan apakah uang tersebut milik Anda.
Yang perlu dibuktikan kepada bank adalah dari mana uang itu berasal dan berapa jumlah yang dapat dikirim berdasarkan prosedur valuta asing Korea.
Penjualan Selesai Bukan Berarti Prosedur Transfer Selesai
Untuk hasil penjualan properti Korea, National Tax Service (NTS) memiliki prosedur Certificate of Funds from Real Estate Sale (부동산매각자금 확인서).
Dokumen ini dapat digunakan dalam kasus yang relevan ketika hasil penjualan properti Korea akan dikirim ke luar negeri.
Artinya:
Penjualan properti → Anda memperoleh hasil penjualan
tetapi
Transfer ke luar negeri → sumber dana dan jumlah yang dapat dikirim perlu diverifikasi
Keduanya berkaitan, tetapi bukan satu proses yang sama.
Siapa yang Bisa Memerlukan Konfirmasi Dana Penjualan Properti?
Menurut panduan NTS, prosedur ini mencakup kasus tertentu yang melibatkan:
- non-resident yang menjual properti Korea;
- warga Korea di luar negeri yang berstatus non-resident; dan
- foreign resident dalam kasus yang relevan.
Panduan juga membahas hasil penjualan properti yang sudah berubah menjadi aset keuangan setelah penjualan.
Karena itu, menaruh hasil penjualan di rekening bank Korea tidak otomatis menghilangkan asal dana tersebut sebagai hasil penjualan properti.
Jumlah yang Bisa Dikonfirmasi Tidak Selalu Sama dengan Harga Jual
Misalnya apartemen di Seoul dijual seharga KRW 1,2 miliar.
Jangan langsung menganggap:
“Harga jualnya KRW 1,2 miliar, jadi seluruh KRW 1,2 miliar pasti dapat dikonfirmasi untuk transfer ke luar negeri.”
NTS membedakan antara harga transaksi dan jumlah yang dapat dikonfirmasi.
Dalam menentukan jumlah tersebut, kewajiban yang berkaitan dengan properti dapat diperhitungkan, termasuk deposit sewa, pajak, dan biaya publik terkait penjualan.
Misalnya sebagian harga jual digunakan untuk mengembalikan deposit penyewa, bagian itu tidak dapat diperlakukan begitu saja sebagai dana bebas milik penjual.
Karena itu, dokumen dari kantor pajak bukan sekadar salinan kontrak penjualan.
Jangan Tertukar dengan “Certificate of Source of Funds for Deposits”
Ini bagian yang sering membingungkan.
NTS memiliki dua prosedur berbeda:
Certificate of Funds from Real Estate Sale
(부동산매각자금 확인서)
dan
Certificate of Source of Funds for Deposits, etc.
(예금 등에 대한 자금출처 확인서)
Keduanya bukan dokumen yang sama.
Yang pertama berkaitan khusus dengan hasil penjualan properti Korea.
Yang kedua merupakan prosedur sumber dana lain yang berkaitan dengan deposito atau aset keuangan tertentu.
Karena itu, jangan melihat angka USD 100.000 pada prosedur deposito lalu menyimpulkan:
“Kalau transfer hasil penjualan properti di bawah USD 100.000, saya tidak memerlukan konfirmasi dari kantor pajak.”
Angka tersebut tidak boleh digunakan sebagai batas umum untuk seluruh transfer hasil penjualan properti.
Jangan Gunakan Rumus “Lima Tahun”
Di internet Anda mungkin menemukan penjelasan:
“Kalau belum lima tahun sejak penjualan, gunakan sertifikat hasil penjualan properti. Kalau sudah lewat lima tahun, gunakan sertifikat sumber dana deposito.”
Jangan menggunakan rumus itu secara otomatis.
Panduan NTS saat ini juga membahas hasil penjualan properti yang kemudian disimpan sebagai aset keuangan.
Karena itu, jenis dokumen tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan berapa tahun telah berlalu sejak properti dijual.
Yang perlu diperiksa adalah asal dana, status dana saat ini, dan prosedur yang berlaku pada kasus Anda.
Sudah Bayar Capital Gains Tax, Apakah Cukup?
Belum tentu.
Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah:
“Saya sudah membayar pajak capital gain Korea. Berarti sisa uang bisa langsung dikirim ke luar negeri.”
Pembayaran pajak dan prosedur transfer valuta asing adalah dua hal berbeda.
Pajak dan kewajiban lain yang berkaitan dengan penjualan dapat memengaruhi jumlah yang dikonfirmasi.
Namun, pembayaran pajak tidak dengan sendirinya menggantikan dokumen yang diperlukan untuk transfer ke luar negeri.
Contoh Situasi yang Sering Terjadi
Bayangkan seseorang yang tinggal di luar Korea menjual apartemen di Seoul.
Setelah transaksi selesai, hasil penjualan masuk ke rekening Korea. Pajak penjualan juga sudah diselesaikan.
Ia kemudian meminta bank mengirim seluruh sisa dana ke rekening di negara tempat tinggalnya.
Saat itulah bank meminta bukti sumber dana dan dokumen yang diperlukan untuk prosedur valuta asing.
Masalahnya bukan uang tersebut ilegal atau “hilang”.
Masalahnya adalah bank belum memiliki dokumentasi yang cukup untuk memproses transfer luar negeri tersebut.
Karena itu, lebih tepat mengatakan bahwa transfer dapat tertunda sampai persyaratan dipenuhi daripada mengatakan uang tersebut otomatis “dibekukan”.
Urutan Persiapan yang Lebih Aman
Untuk non-resident atau warga Korea di luar negeri yang menjual properti Korea, gunakan urutan berikut:
1. Pastikan jumlah hasil penjualan yang sebenarnya
Simpan kontrak jual beli dan dokumen transaksi.
2. Selesaikan pajak dan kewajiban yang berkaitan dengan penjualan
Jangan menganggap harga kotor dalam kontrak sama dengan jumlah yang dapat dikirim.
3. Tentukan sertifikat NTS yang benar
Jika dana berasal dari penjualan properti Korea, periksa terlebih dahulu apakah Certificate of Funds from Real Estate Sale yang berlaku.
4. Konfirmasikan kantor pajak dan dokumen pendukung
Jangan mengunduh formulir hanya berdasarkan nama yang terlihat mirip.
5. Tanyakan persyaratan bank yang akan melakukan transfer
Pastikan prosedur valuta asing dan dokumen yang harus diserahkan.
6. Baru ajukan transfer ke luar negeri
Urutan ini mengurangi risiko menemukan dokumen yang kurang saat dana sudah mendesak dibutuhkan.
Tiga Kesalahpahaman yang Perlu Dihindari
“Aturan USD 100.000 berlaku untuk semua hasil penjualan properti.”
Tidak. Angka tersebut berkaitan dengan prosedur sumber dana deposito yang berbeda.
“Sudah bayar capital gains tax berarti proses selesai.”
Tidak. Penyelesaian pajak dan verifikasi transfer luar negeri mempunyai tujuan yang berbeda.
“Kalau sertifikat belum ada, uang saya dibekukan.”
Terlalu kuat. Yang lebih tepat adalah bahwa bank mungkin belum dapat memproses transfer sampai persyaratan sumber dana dan valuta asing dipenuhi.
Kesimpulan
Jika Anda tinggal di luar Korea dan menjual properti Korea, jangan menganggap transfer internasional hanyalah tahap terakhir yang bisa dilakukan segera setelah penjualan selesai.
Urutan yang lebih tepat adalah:
penjualan properti → pajak dan kewajiban → sertifikat kantor pajak yang sesuai → verifikasi bank → transfer ke luar negeri
Yang paling penting bukan hanya berapa harga jual properti.
Periksa asal dana, jumlah yang dapat dikonfirmasi, jenis sertifikat NTS yang berlaku, dan dokumen yang diminta bank sebelum Anda membutuhkan uang tersebut di luar negeri.
Dengan begitu, Anda tidak baru mengetahui kekurangan dokumen ketika pembayaran di negara tujuan sudah memiliki tenggat waktu.
Bahan Pemeriksaan Fakta
- National Tax Service Korea — Certificate of Funds from Real Estate Sale
- National Tax Service Korea — Certificate of Source of Funds for Deposits, etc.
- Foreign Exchange Transaction Regulations
Sumber Resmi
- National Tax Service Korea
- Ministry of Economy and Finance
- Korean Law Information Center
Penafian
Artikel ini memberikan informasi umum mengenai pengiriman hasil penjualan properti Korea ke luar negeri. Sertifikat, dokumen pendukung, perlakuan pajak, dan prosedur valuta asing dapat berbeda menurut status residensi, riwayat transaksi, serta sumber dana. Konfirmasikan persyaratan terbaru dengan kantor pajak yang berwenang dan bank yang menangani transfer Anda.
➡ Next : Pindah Sekolah ke Korea
⬅ Previous : Visa F-5 dan F-2 Korea
