[ID] Cara Mengirim Hasil Penjualan Properti di Korea ke Luar Negeri

Kompleks apartemen di Korea Selatan dilihat dari udara.
Banyak keluarga yang tinggal di luar Korea masih memiliki apartemen atau properti keluarga di Korea Selatan.

"Rumah keluarga kami di Seoul sudah terjual. Apakah uangnya bisa langsung dikirim ke rekening kami di Indonesia?"

Pertanyaan seperti ini sering muncul di kalangan warga negara asing dan orang Korea yang sudah lama tinggal di luar negeri.

Pada dasarnya, hasil penjualan properti di Korea Selatan dapat dikirim ke luar negeri.

Namun, ada satu hal penting yang sering terlewat.

Uang yang sudah masuk ke rekening bank di Korea belum tentu bisa langsung ditransfer ke luar negeri pada hari yang sama.

Bagi banyak orang, menjual properti dan mengirim uang ke luar negeri terasa seperti satu proses yang sama.

Dalam praktiknya, keduanya sering kali merupakan dua proses administrasi yang berbeda.

Bayangkan sebuah keluarga yang tinggal di Jakarta mewarisi apartemen dari orang tua mereka di Seoul.

Beberapa bulan kemudian, apartemen itu berhasil dijual dan sejumlah besar uang masuk ke rekening bank mereka di Korea.

Mereka merasa semuanya sudah selesai.

Keesokan harinya, mereka datang ke bank dan berkata:

"Tolong kirim seluruh uang ini ke rekening kami di Indonesia."

Namun, petugas bank mulai meminta berbagai dokumen.

Keluarga itu pun terkejut.

"Bukankah ini uang kami sendiri? Mengapa masih ada begitu banyak dokumen?"

Inilah salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi.


Official Guidance

Berdasarkan Foreign Exchange Transactions Regulations (Peraturan Transaksi Valuta Asing Korea Selatan), warga Korea yang tinggal di luar negeri dan warga negara asing nonresiden tertentu dapat mengirim hasil penjualan properti di Korea ke luar negeri melalui prosedur valuta asing yang berlaku.

Sebelum memproses transfer, bank diwajibkan memeriksa sumber dana dan dokumen pendukung transaksi.

Dalam perkara tertentu, National Tax Service (Direktorat Pajak Nasional Korea Selatan) juga menerbitkan Property Sale Capital Verification Certificate (surat konfirmasi dana hasil penjualan properti) yang dapat digunakan dalam proses pengiriman dana ke luar negeri.


Executive Commentary

Hal yang perlu dipahami adalah bahwa Korea Selatan tidak melarang pemilik asing membawa uang hasil penjualan propertinya ke luar negeri.

Sistem hanya mengajukan satu pertanyaan:

Apakah asal dana tersebut dapat dibuktikan dengan jelas?

Karena itulah bank dan kantor pajak dapat meminta berbagai dokumen sebelum transfer dilakukan.

Banyak orang berpikir:

"Saya sudah menjual apartemen itu. Uangnya milik saya."

Dalam banyak kasus, kepemilikan atas uang bukanlah persoalan utama.

Yang menjadi fokus adalah dokumentasi.


Official Guidance

Jumlah yang dapat diproses untuk pengiriman ke luar negeri umumnya ditentukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:

  • nilai penjualan properti yang sebenarnya;
  • utang yang dijamin dengan properti tersebut;
  • uang jaminan penyewa yang masih harus dikembalikan;
  • pajak dan pungutan tertentu yang berkaitan dengan transaksi.

Executive Commentary

Ini menimbulkan kesalahpahaman lain yang cukup umum.

Banyak orang mengira bahwa mereka otomatis dapat mengirim seluruh harga jual properti ke luar negeri.

Dalam praktiknya, bank dan otoritas terkait dapat memperhatikan jumlah dana yang benar-benar tersisa setelah kewajiban yang berkaitan dengan properti diselesaikan.

Misalnya, apabila masih ada pinjaman bank atau Jeonse (전세, sistem sewa dengan deposito besar tanpa pembayaran sewa bulanan) yang harus dikembalikan kepada penyewa, hal tersebut dapat memengaruhi jumlah dana yang tersedia untuk dikirim ke luar negeri.

Pertanyaan yang sering diajukan adalah:

"Berapa harga rumah yang saya jual?"

Namun pertanyaan yang lebih penting adalah:

"Berapa jumlah hasil penjualan bersih yang dapat saya buktikan dengan dokumen?"


Dokumen Apa yang Biasanya Diminta Bank?

Dalam praktiknya, banyak bank meminta kombinasi dokumen seperti:

  • kontrak jual beli properti;
  • bukti penerimaan hasil penjualan;
  • dokumen identitas pemilik;
  • dokumen perpajakan yang relevan;
  • dokumen yang menjelaskan hubungan waris apabila properti diperoleh melalui warisan.

Dokumen yang diperlukan dapat berbeda tergantung bank dan keadaan masing-masing.

Karena itu, lebih baik menghubungi bank sebelum transaksi selesai daripada baru mempersiapkan dokumen setelah dana sudah masuk ke rekening Korea.


Bagaimana Jika Properti Itu Diperoleh dari Warisan?

"Saya mewarisi apartemen orang tua saya di Korea. Setelah dijual, apakah uangnya tetap bisa dikirim ke Indonesia?"

Dalam banyak kasus, jawabannya adalah ya.

Namun, properti warisan sering kali memerlukan dokumen tambahan.

Bank atau kantor pajak mungkin meminta dokumen yang menunjukkan:

  • hubungan keluarga;
  • riwayat kepemilikan properti;
  • dokumen perpajakan yang relevan;
  • dokumen penjualan properti.

Karena setiap keluarga memiliki situasi yang berbeda, transaksi properti warisan sering memerlukan persiapan yang lebih panjang dibandingkan penjualan properti biasa.


Apakah Ada Batas Maksimum Pengiriman Dana?

Banyak orang khawatir bahwa Korea Selatan memiliki batas nominal yang ketat untuk pengiriman uang ke luar negeri.

Dalam praktiknya, persoalannya biasanya bukan sekadar angka tertentu.

Yang lebih penting adalah apakah jumlah dana tersebut dapat dibuktikan dan diproses sesuai prosedur valuta asing yang berlaku.

Untuk transaksi bernilai besar, persiapan dokumen sering kali jauh lebih penting daripada besarnya nominal transfer.


Hal yang Perlu Diingat

Menjual properti hanyalah satu bagian dari proses.

Bagi pemilik yang tinggal di luar Korea, mengirim uang hasil penjualan ke luar negeri sering kali menjadi proyek administrasi tersendiri yang melibatkan bank, kantor pajak, dan dokumen pendukung.

Transfer tersebut biasanya dapat dilakukan.

Namun, prosesnya sering berjalan lebih lancar apabila dokumen dipersiapkan sebelum transaksi penjualan selesai, bukan setelah dana sudah berada di rekening bank di Korea.


Pertanyaan yang Perlu Diperiksa Sebelum Menemui Profesional

  • Apakah saya perlu menunjuk bank devisa tertentu untuk transaksi ini?
  • Dokumen apa saja yang akan diminta oleh bank saya?
  • Apakah ada kewajiban pajak yang perlu diselesaikan terlebih dahulu?
  • Jika properti ini merupakan warisan, dokumen tambahan apa yang harus dipersiapkan?
  • Berapa jumlah hasil penjualan bersih yang dapat dibuktikan dan dikirim ke luar negeri?
  • Apakah nama pemilik properti, pemilik rekening Korea, dan penerima rekening luar negeri sudah sesuai?

Memahami struktur ini dapat membantu Anda memulai pembicaraan yang lebih efektif dengan bank, kantor pajak, atau profesional yang menangani transaksi lintas negara.


Effective Date

Fact-checked: July 2026


Fact-Check Materials Used

  • Foreign Exchange Transactions Regulations of Korea
  • National Tax Service guidance
  • Bank of Korea guidance on overseas remittance of domestic assets

Official Sources

  • Bank of Korea
  • National Tax Service of Korea (NTS)
  • National Law Information Center

Disclaimer

Artikel ini merupakan panduan awal berdasarkan informasi resmi yang tersedia untuk publik. Artikel ini bukan nasihat hukum, pajak, investasi, atau valuta asing. Setiap kasus dapat berbeda tergantung status tempat tinggal, riwayat kepemilikan, dan kebijakan masing-masing bank. Selalu konfirmasikan hal-hal penting kepada instansi pemerintah, bank, atau profesional yang relevan sebelum mengirim dana ke luar negeri.


➡ Next : Bisakah Orang Asing Membuka Rekening Bank Korea

⬅ Previous : Apakah Anak Berkewarganegaraan Asing Masih Bisa