Perpanjangan Visa D-8 Korea: Benarkah Harus Punya 2 Karyawan Korea?

Perpanjangan visa D-8 Korea dan bukti kegiatan bisnis.
Perpanjangan visa D-8 Korea tidak ditentukan hanya oleh jumlah karyawan, tetapi juga bukti kegiatan bisnis perusahaan.

Anda sudah memperoleh visa D-8-1 Corporate Investment, mendirikan perusahaan di Korea, menyewa kantor, dan mulai menjalankan bisnis.

Ketika masa perpanjangan pertama mendekat, seseorang berkata:

“Kalau mau memperpanjang visa D-8, Anda harus punya dua karyawan Korea, terdaftar di empat asuransi sosial, dan sudah bekerja setidaknya tiga bulan.”

Bagi founder yang bisnisnya masih berkembang, informasi seperti ini tentu membuat khawatir.

Namun, apakah semua pemegang D-8-1 harus memperlakukan rumus tersebut sebagai syarat umum perpanjangan pertama?

Tidak.

Panduan resmi publik yang berlaku saat ini tidak menetapkan satu aturan universal bahwa setiap pemegang D-8-1 harus mempekerjakan tepat dua warga Korea selama tiga bulan sebelum perpanjangan.

Karyawan Korea memang dapat menjadi bukti penting bahwa perusahaan benar-benar beroperasi.

Namun, dokumen resmi untuk perpanjangan juga menekankan hal lain seperti kinerja penjualan, pajak, laporan keuangan, tempat usaha, dan bukti kegiatan bisnis lainnya.

Aturan “2 Karyawan Korea” Terlalu Sederhana

Kesalahpahaman ini biasanya muncul karena beberapa standar imigrasi yang berbeda dicampur menjadi satu.

Dalam sistem imigrasi Korea memang ada kategori tertentu yang menggunakan jumlah pekerja Korea sebagai salah satu persyaratan.

Namun, itu tidak berarti:

D-8-1 first extension = 2 karyawan Korea + 3 bulan kerja + 4 asuransi sosial

untuk setiap investor.

Panduan Invest KOREA mengenai perpanjangan D-8 tidak menampilkan formula universal seperti itu.

Untuk investor asing yang menjalankan perusahaan Korea, dokumen perpanjangan dapat mencakup bukti kinerja usaha seperti catatan pajak perusahaan, laporan keuangan, dokumen ekspor, tax invoice, dan catatan ketenagakerjaan Korea jika relevan.

Kata “jika relevan” di sini penting.

Catatan pekerja Korea memang dapat diperiksa, tetapi tidak ditampilkan sebagai satu-satunya tes dua orang yang otomatis menentukan hasil setiap permohonan.

Yang Dilihat Bukan Hanya Jumlah Karyawan

Permohonan perpanjangan D-8 tidak sama dengan mengulang aplikasi visa awal.

Pada tahap pertama, founder mungkin sudah membuktikan bahwa investasi asing dilakukan dan perusahaan didirikan secara sah.

Saat perpanjangan, yang menjadi penting adalah:

Apa yang terjadi setelah perusahaan dibentuk?

Panduan Invest KOREA memasukkan dokumen kinerja penjualan seperti:

  • Certificate of VAT Tax Base;
  • catatan pembayaran pajak nasional dan lokal;
  • income statement; dan
  • balance sheet.

Panduan juga menyebut bahwa dokumen perpanjangan dapat disesuaikan menurut kondisi dan kinerja bisnis.

Jadi, pertanyaan utamanya bukan:

“Apakah saya sudah mempekerjakan dua orang Korea?”

Melainkan:

“Bisakah saya menunjukkan bahwa perusahaan tempat saya memperoleh status D-8 benar-benar beroperasi?”

Tidak Punya Karyawan Tidak Otomatis Berarti Perpanjangan Gagal

Bayangkan seorang founder asing menjalankan perusahaan software B2B kecil di Korea.

Selama tahun pertama, perusahaan belum memiliki pekerja Korea.

Namun, perusahaan sudah:

  • menandatangani kontrak pelanggan;
  • menerbitkan tax invoice;
  • melaporkan VAT;
  • menerima pendapatan bisnis;
  • membayar pajak yang diwajibkan;
  • menggunakan kantor nyata; dan
  • menjaga pembukuan perusahaan dengan benar.

Tidak tepat jika semua bukti tersebut dianggap tidak berarti hanya karena perusahaan belum mempunyai dua karyawan Korea.

Ketenagakerjaan dapat memperkuat bukti aktivitas ekonomi, tetapi dokumen resmi perpanjangan juga meminta bukti penjualan dan pajak.

Namun, jangan membalik kesimpulannya menjadi:

“Kalau ada penjualan, karyawan sama sekali tidak penting.”

Itu juga terlalu luas.

Imigrasi dapat meminta dokumen tambahan jika diperlukan, dan struktur serta aktivitas nyata perusahaan dapat diperiksa secara keseluruhan.

Penjualan Bukan Rumus Pengganti Karyawan

Ada juga klaim lain:

“Kalau belum punya dua karyawan Korea, omzet tertentu bisa menggantikannya.”

Panduan resmi publik saat ini tidak menetapkan formula sederhana seperti:

2 karyawan ATAU omzet KRW tertentu = perpanjangan otomatis

Kinerja penjualan memang relevan.

Tetapi itu berbeda dari mengatakan bahwa angka omzet tertentu secara hukum menggantikan persyaratan dua karyawan.

Cara yang lebih aman untuk memahami sistem ini adalah:

kinerja usaha merupakan bagian dari bukti bahwa perusahaan asing tersebut benar-benar berjalan.

Bukti itu bisa berupa penjualan, pelaporan pajak, laporan keuangan, ekspor, tax invoice, ketenagakerjaan, dan catatan lain yang sesuai dengan model bisnis perusahaan.

Bagaimana dengan Empat Asuransi Sosial?

Jika perusahaan memang mempekerjakan pekerja Korea, imigrasi dapat meminta bukti ketenagakerjaan.

Panduan Invest KOREA mencantumkan bukti kinerja ketenagakerjaan Korea, seperti catatan pendaftaran employment insurance, di antara dokumen yang dapat digunakan dalam perpanjangan D-8.

Karena itu, dokumen resmi ketenagakerjaan jelas berguna.

Namun, hal tersebut tidak mendukung kesimpulan bahwa setiap perusahaan D-8-1 wajib memiliki:

dua pekerja + semua empat asuransi sosial + tiga bulan kerja

sebagai aturan nasional yang sama untuk seluruh pemohon.

Jika seseorang memberi Anda rumus seperti itu, pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Aturan resmi Kementerian Kehakiman atau Invest KOREA yang mana yang menetapkan angka tersebut untuk kategori D-8 saya?”

Bagaimana Jika Penjualan Juga Masih Kecil?

Di sinilah persiapan dokumen menjadi lebih penting.

Perusahaan yang memiliki:

tidak ada karyawan + hampir tidak ada penjualan + sangat sedikit bukti kegiatan usaha

tentu memiliki cerita bisnis yang lebih sulit dijelaskan dibanding perusahaan dengan aktivitas yang jelas.

Namun, jangan membuat aturan lain yang juga tidak didukung secara universal:

“Tidak ada penjualan dan karyawan berarti otomatis hanya mendapat perpanjangan enam bulan.”

Panduan publik saat ini tidak menetapkan formula nasional sederhana seperti itu.

Dan founder juga tidak seharusnya berasumsi bahwa satu kelemahan otomatis menghasilkan perintah keluar.

Pihak imigrasi dapat meminta bukti tambahan.

Yang lebih berguna adalah menunjukkan apa yang benar-benar sudah dilakukan perusahaan.

Dokumen Apa yang Sebaiknya Disiapkan?

Untuk founder yang menjalankan perusahaan asing di Korea secara langsung, beberapa kelompok dokumen patut dipersiapkan.

Dokumen Perusahaan dan Investasi

Pastikan dokumen seperti:

  • foreign-invested company registration;
  • corporate registration; dan
  • business registration

masih sesuai dan terbaru.

Bukti Penjualan dan Pajak

Tergantung model usaha, dokumen yang berguna dapat mencakup:

  • VAT tax base certificate;
  • catatan pembayaran corporate tax;
  • income statement;
  • balance sheet;
  • tax invoice; dan
  • dokumen ekspor atau pembayaran ekspor.

Dokumen seperti ini secara jelas muncul dalam panduan resmi perpanjangan.

Catatan Karyawan, Jika Ada

Jika perusahaan memiliki pekerja Korea, simpan catatan resmi ketenagakerjaan dan payroll.

Dokumen seperti employment insurance dapat membantu menunjukkan bahwa bisnis benar-benar beroperasi.

Tempat Usaha

Office lease dan bukti lokasi usaha juga relevan.

Yang penting bukan membuat kantor hanya untuk memenuhi administrasi.

Yang penting adalah mampu menunjukkan di mana perusahaan benar-benar menjalankan kegiatan bisnisnya.

Tiga Kesalahan yang Perlu Dihindari

“Semua founder D-8-1 wajib punya dua karyawan Korea untuk perpanjangan pertama.”

Aturan universal seperti itu tidak terlihat dalam panduan resmi publik yang digunakan untuk artikel ini.

“Kalau tidak punya karyawan Korea, omzet pasti menggantikannya.”

Tidak ada formula publik sederhana yang menetapkan angka omzet tertentu sebagai pengganti dua karyawan.

“Saya sudah investasi KRW 100 juta, jadi perpanjangan pasti otomatis.”

Investasi awal dan perpanjangan adalah dua tahap berbeda. Pada saat perpanjangan, bukti bahwa perusahaan benar-benar beroperasi dapat menjadi penting.

Checklist Sebelum Perpanjangan D-8

Sebelum mengajukan perpanjangan visa D-8 Korea, periksa hal berikut.

1. Apakah status perusahaan asing masih dipelihara dengan benar?

Pastikan pendaftaran perusahaan dan investasi masih sesuai.

2. Bisakah aktivitas bisnis dibuktikan dengan dokumen resmi?

Gunakan VAT, tax invoice, laporan keuangan, kontrak, ekspor, atau bukti lain yang sesuai.

3. Jika memiliki pekerja Korea, apakah bukti ketenagakerjaan lengkap?

Simpan dokumen resmi terkait employment dan payroll.

4. Apakah lokasi usaha nyata dan dapat dibuktikan?

Pastikan kondisi kantor sesuai dengan cara bisnis sebenarnya berjalan.

5. Apakah pelaporan dan pembayaran pajak sudah tertib?

Dokumen pajak termasuk bagian penting dalam panduan perpanjangan.

6. Jika tahun pertama bisnis masih lemah, bukti apa yang dapat menjelaskan kondisi tersebut?

Siapkan kontrak, pengeluaran bisnis, product development, kegiatan komersial, atau fakta lain yang benar-benar ada.

Kesimpulan

Jika perpanjangan pertama visa D-8 Anda mendekat dan perusahaan belum mempekerjakan dua warga Korea, jangan langsung menyimpulkan bahwa perpanjangan pasti gagal.

Panduan resmi publik saat ini tidak mendukung penggunaan:

2 karyawan Korea + 3 bulan + 4 asuransi sosial

sebagai satu formula wajib yang berlaku untuk setiap founder D-8-1.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Bisakah saya membuktikan bahwa perusahaan D-8 saya benar-benar beroperasi?”

Karyawan Korea dapat menjadi salah satu bukti.

Begitu juga penjualan, pajak, laporan keuangan, ekspor, tax invoice, dan tempat usaha yang nyata.

Jadi, sebelum merekrut dua orang hanya karena sebuah checklist online mengatakan demikian, periksa terlebih dahulu persyaratan terbaru untuk struktur D-8-1 Anda dan siapkan bukti yang sesuai dengan kondisi bisnis yang sebenarnya.

Sumber Resmi

  • Invest KOREA / KOTRA — Visa Guide for Investing in Korea
  • Invest KOREA — Business Investment (D-8) Visa and Extension Guidance
  • Korea Immigration Service / Ministry of Justice — D-8 Status of Stay
  • Immigration Act and Enforcement Rules

Penafian

Artikel ini memberikan informasi umum mengenai persyaratan perpanjangan D-8-1 di Korea. Dokumen yang diminta dan faktor penilaian dapat berbeda menurut investor, struktur bisnis, kinerja perusahaan, serta pemeriksaan kantor imigrasi. Konfirmasikan persyaratan terbaru untuk kasus D-8 Anda sebelum mengambil keputusan perekrutan atau bisnis semata-mata untuk tujuan perpanjangan visa.


 ➡ Next : Visa F-5 Korea

⬅ Previous : Transfer Uang dari Indonesia untuk Beli Properti di Korea