[ID] Usaha Perorangan Korea Selatan untuk Orang Asing: Apakah Warga Asing Bisa Mendaftarkan Usaha?
![]() |
| Warga asing memeriksa syarat pendaftaran usaha perorangan serta hubungan antara nomor registrasi bisnis dan status visa sebelum memulai usaha di Korea Selatan. |
Apakah Memiliki Nomor Registrasi Bisnis Berarti Sudah Boleh Menjalankan Usaha?
"Saya ingin menjadi freelancer, membuka toko online, atau menjalankan usaha sendiri di Korea Selatan. Apakah sebagai warga asing saya bisa mendaftarkan usaha perorangan?"
Jawabannya adalah, warga asing memang dapat mengajukan pendaftaran usaha perorangan di Korea.
Namun, hal itu tidak otomatis berarti Anda sudah diizinkan menjalankan usaha tersebut.
Perbedaan ini sangat penting bagi freelancer, penjual online, konsultan, pemilik restoran, maupun pelaku usaha mandiri lainnya yang berencana bekerja di Korea Selatan.
Nomor registrasi usaha diterbitkan untuk keperluan administrasi perpajakan. Sebaliknya, visa menentukan apakah Anda secara hukum diperbolehkan menjalankan kegiatan usaha tersebut.
Bayangkan Anda tinggal di luar Korea dan ingin membuka toko online yang menjual produk kepada pelanggan di Korea.
Anda menemukan alamat kantor kecil, menyiapkan salinan paspor, lalu mengajukan pendaftaran usaha ke kantor pajak.
Sekilas, prosesnya tampak hampir sama seperti warga Korea.
Di sinilah banyak orang mulai salah paham.
"Saya sudah memperoleh nomor registrasi usaha, berarti saya sudah boleh menjalankan bisnis."
Kesimpulan tersebut belum tentu benar.
Panduan Resmi
Menurut National Tax Service (NTS), pemohon warga asing pada umumnya menyiapkan:
- formulir pendaftaran usaha;
- salinan perjanjian sewa apabila menggunakan tempat usaha sewaan;
- izin, registrasi, atau dokumen pelaporan apabila jenis usaha memang memerlukannya;
- perjanjian kerja sama apabila usaha dijalankan bersama; serta
- salinan kartu registrasi orang asing atau paspor.
Apabila pemohon tidak biasanya berada di lokasi usaha atau diperkirakan akan tinggal di luar Korea selama sedikitnya enam bulan, penunjukan pengelola pajak juga dapat diperlukan.
Penjelasan Sederhananya
Pertanyaan pertama bukanlah,
"Bisakah saya memperoleh nomor registrasi usaha?"
Melainkan,
"Apakah visa saya mengizinkan saya menjalankan usaha tersebut?"
Nomor registrasi usaha hanya menunjukkan bahwa usaha tersebut telah didaftarkan untuk keperluan perpajakan.
Nomor tersebut bukan izin kerja, bukan visa bisnis, dan bukan izin untuk menjalankan kegiatan usaha di luar cakupan status tinggal Anda.
Pendaftaran Usaha dan Izin Keimigrasian Adalah Dua Hal yang Berbeda
Inilah bagian yang paling sering disalahpahami.
Sebagian orang mengira bahwa setelah kantor pajak menerima permohonan pendaftaran usaha, seluruh proses hukum sudah selesai.
Padahal tidak demikian.
Panduan Resmi
Warga negara asing di Korea wajib melakukan kegiatan sesuai dengan ruang lingkup yang diizinkan oleh status tinggal yang dimiliki.
Apabila kegiatan usaha berada di luar ruang lingkup tersebut, pemohon mungkin perlu memperoleh izin untuk melakukan kegiatan di luar status tinggal saat ini atau mengubah status tinggal ke kategori yang sesuai.
Kemungkinan memperoleh izin bergantung pada jenis visa yang dimiliki, kegiatan usaha yang direncanakan, dan keadaan masing-masing pemohon.
Penjelasan Sederhananya
Bayangkan proses ini seperti melewati dua pintu yang berbeda.
Pintu pertama adalah pajak.
Kantor pajak menilai apakah usaha tersebut perlu didaftarkan dan diberikan nomor registrasi bisnis.
Pintu kedua adalah keimigrasian.
Otoritas imigrasi menilai apakah visa Anda mengizinkan Anda mengelola usaha sendiri, menjual barang, memberikan jasa, menerima penghasilan sebagai freelancer, atau memperoleh pendapatan dari usaha tersebut.
Lolos dari pintu pajak tidak otomatis membuka pintu keimigrasian.
Itulah aturan yang paling penting untuk diingat.
Bagaimana dengan Visa F, E, D, dan C?
Setelah memahami bahwa pendaftaran usaha dan izin keimigrasian adalah dua hal yang berbeda, pertanyaan berikutnya biasanya adalah:
"Visa saya termasuk yang mana?"
Jawabannya bergantung pada jenis status tinggal yang Anda miliki.
Panduan Resmi
Beberapa status tinggal berbasis tempat tinggal memberikan ruang yang lebih luas untuk melakukan kegiatan ekonomi dibandingkan visa kerja tertentu, visa pelajar, atau visa jangka pendek.
Sebagai contoh:
- pemegang F-5 Permanent Residence pada umumnya dapat melakukan berbagai kegiatan ekonomi yang sah;
- pemegang F-6 Marriage Migrant juga pada umumnya memiliki hak yang luas untuk bekerja atau menjalankan usaha;
- banyak pemegang F-2 dapat menjalankan usaha, tetapi setiap subkategori F-2 memiliki ketentuan yang berbeda; dan
- pemegang F-4 Overseas Korean pada umumnya dapat bekerja atau menjalankan usaha, meskipun pembatasan tertentu untuk beberapa jenis pekerjaan tetap dapat berlaku.
Selain status tinggal, ketentuan khusus pada masing-masing bidang usaha tetap harus dipenuhi.
Penjelasan Sederhananya
Memiliki visa F bukan berarti semua jenis usaha otomatis boleh dijalankan.
Sebagai contoh, Anda mungkin masih memerlukan:
- pelaporan usaha makanan;
- pelaporan penjualan daring;
- izin profesi tertentu;
- persetujuan pemerintah daerah; atau
- lokasi usaha yang memenuhi ketentuan penggunaan bangunan.
Visa menjawab pertanyaan,
"Apakah saya boleh melakukan kegiatan usaha?"
Peraturan bidang usaha menjawab pertanyaan,
"Apakah usaha ini boleh dijalankan?"
Kedua pertanyaan tersebut harus diperiksa secara terpisah.
Bagaimana Jika Saya Memegang Visa E-7?
Inilah kesalahan yang paling sering terjadi.
Sebagian pemegang Visa E-7 menganggap bahwa setelah memperoleh nomor registrasi usaha, mereka dapat mulai berjualan secara daring atau menerima pekerjaan freelance.
Padahal belum tentu demikian.
Panduan Resmi
Visa E-7 Specially Designated Activities pada umumnya diberikan untuk bekerja pada perusahaan atau tempat kerja yang telah ditentukan.
Usaha mandiri, penjualan daring, pekerjaan freelance, atau pengelolaan usaha perorangan dapat berada di luar ruang lingkup kegiatan yang diizinkan.
Karena itu, pemegang E-7 sebaiknya terlebih dahulu memastikan apakah kegiatan tersebut:
- masih berada dalam ruang lingkup visa saat ini;
- memerlukan izin melakukan kegiatan di luar status tinggal;
- memerlukan perubahan status tinggal; atau
- tidak memenuhi syarat berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Penjelasan Sederhananya
Bayangkan Anda bekerja di perusahaan teknologi Korea dengan Visa E-7.
Sepulang kerja, Anda mulai menjual produk melalui marketplace di Korea.
Marketplace meminta nomor registrasi usaha sebelum pembayaran dapat diproses.
Anda kemudian mendaftarkan usaha perorangan.
Hal itu tidak otomatis berarti usaha sampingan tersebut menjadi sah menurut aturan keimigrasian.
Nomor registrasi usaha tidak mengubah ruang lingkup kegiatan yang diizinkan oleh Visa E-7.
Karena itu, pemeriksaan terhadap status visa sebaiknya dilakukan sebelum usaha mulai menghasilkan pendapatan.
Bagaimana dengan Visa Pelajar atau Kunjungan Singkat?
Panduan Resmi
Status tinggal D-2 Student dan D-4 Trainee pada dasarnya diberikan untuk tujuan belajar atau pelatihan.
Izin kerja paruh waktu yang mungkin tersedia dalam status tersebut tidak sama dengan hak umum untuk mendirikan dan mengelola usaha sendiri.
Sementara itu, C-3 Short-Term Visit maupun status kunjungan jangka pendek lainnya pada umumnya tidak memberikan hak untuk tinggal di Korea dan menjalankan usaha mandiri secara berkelanjutan.
Penjelasan Sederhananya
Paspor mungkin dapat diterima sebagai salah satu dokumen identitas ketika mengajukan pendaftaran usaha.
Namun hal itu tidak berarti pengunjung jangka pendek dapat tinggal di Korea dan mengelola usaha tersebut setiap hari.
Kemampuan mengajukan dokumen perpajakan dan hak menjalankan kegiatan yang menghasilkan keuntungan merupakan dua hal yang berbeda.
Bagaimana Jika Ingin Mendirikan Usaha sebagai Investor?
Panduan Resmi
Jalur D-8-1 Corporate Investment pada umumnya berkaitan dengan investasi pada badan hukum Korea.
Sementara itu, D-8-3 memiliki struktur yang berbeda, yaitu usaha perorangan yang dikelola bersama dengan warga negara Korea dan memenuhi persyaratan investasi yang berlaku.
Menurut Invest KOREA, warga asing yang secara mandiri menanamkan investasi sedikitnya KRW 300 juta untuk mendirikan usaha perorangan dapat mempertimbangkan jalur yang dikenal sebagai D-9 International Trade.
Penjelasan Sederhananya
Banyak orang mendengar tentang investasi KRW 100 juta lalu mengira semua usaha perorangan dapat menggunakan jalur Visa D-8.
Padahal bukan demikian.
Pilihan antara usaha perorangan dan badan hukum sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan kemudahan administrasi atau biaya pendirian.
Struktur usaha juga dapat memengaruhi jalur visa yang tersedia bagi pendiri usaha asing.
Pertanyaan Sebelum Berkonsultasi dengan Ahli
Sebelum menemui konsultan imigrasi, akuntan pajak, atau penasihat investasi, siapkan informasi berikut.
- Apa kewarganegaraan saya?
- Apa jenis dan subkategori visa saya saat ini?
- Kegiatan usaha apa yang benar-benar akan saya lakukan?
- Apakah usaha akan dijalankan sendiri atau bersama mitra Korea?
- Berapa nilai investasi yang direncanakan?
- Apakah usaha memerlukan izin khusus?
- Apakah saya perlu mengubah status tinggal sebelum mulai beroperasi?
Pertanyaan yang paling penting adalah:
"Apakah status tinggal saya saat ini mengizinkan saya mengelola usaha ini dan memperoleh penghasilan darinya, atau saya harus memperoleh izin, mengubah status tinggal, atau memilih struktur usaha yang berbeda terlebih dahulu?"
Fact-Check Materials Used
- National Tax Service (Business Registration)
- Korea Immigration Service
- Invest KOREA – Guide to Establishing a Business in Korea
- Invest KOREA – Visa Guide for Investing in Korea
Official Sources
- National Tax Service (NTS)
- Korea Immigration Service (Hi Korea)
- Invest KOREA
- National Law Information Center
Disclaimer
Artikel ini disusun sebagai panduan umum untuk membantu memahami hubungan antara pendaftaran usaha perorangan dan status tinggal bagi warga asing di Korea Selatan. Kemungkinan menjalankan usaha bergantung pada jenis visa, kegiatan usaha yang direncanakan, struktur usaha, dokumen pendukung, dan ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diajukan. Selalu konfirmasikan persyaratan terbaru kepada National Tax Service, Korea Immigration Service, atau Invest KOREA sebelum memulai kegiatan usaha.
➡ Next : Visa Pendamping Orang Tua Sekolah Korea
⬅ Previous : Tukar SIM Asing ke SIM Korea Selatan
